Oleh : Adrian Agil Waskito
Karya terbaik 3 LUKH Maret 2010
Tema : Sepi
Kata Sang Pujangga Tua,
“Aku tak tahu apa itu sepi,” kata seorang pujangga tua. “Mengapa keheningan itu kau sebut sepi? Bukankah ia berpelangi, menari-nari bagai jari jemari yang tak berpenghuni?”
“Sendiri? Tidakkah itu lebih baik daripada cumbui denting nyayi? Benarkah itu sepi? Bukankah sendiri itu bagaikan mentari, melucuti tiap-tiap persona yang membelenggu diri?”
“Lalu kau sebut sunyi itu sepi? Mengapa tak kau biarkan sunyi itu berlari, dan terangi wajah-wajah yang tersembunyi? Bukankah sunyi itu layaknya duri-duri yang berguguran saat pagi kunjungi bumi?”
“Ah, lalu kau pasti bertanya apa itu sepi,” kata sang pujangga tua. “Sepi itu ada di dalam hati. Dimana kau tak pernah mengerti mengapa ia tak pernah sendiri.”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar